*** OMICRON ***

WASPADA OMICRON
Munculnya varian baru COVID-19 membuat dunia, termasuk Indonesia, kembali siaga dan waspada terhadap penyebaran COVID-19. Varian Omicron B.1.1.529 adalah varian terbaru dari virus corona yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. 

Fakta Mengenai Varian Omicron
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian Omicron sebagai “Variant of Concern (VoC)” pada 26 November 2021 lalu. Berawal dari Afrika Selatan, kini varian Omicron diketahui telah menyebar pada beberapa negara, seperti Hongkong, Jerman, Italia, Belanda, Israel, Prancis, hingga Kanada.

Hingga kini peneliti dari Afrika Selatan masih terus melakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik dari varian terbaru COVID-19. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan yang lebih masif pada masyarakat.

Berikut adalah fakta mengenai varian Omicron yang perlu diketahui oleh masyarakat, yaitu:

  1. Kecepatan Penularan

Menurut Dr. Francis Collins, direktur National Institutes of Health, varian Omicron sangat menular di Afrika Selatan, tetapi hal ini belum terjadi serupa di negara lainnya. Collins kembali menambahkan, di Afrika Selatan Omicron sangat menyebar dengan cepat.  Namun, hingga kini para peneliti masih terus melakukan penelitian mengenai kecepatan penularan varian Omicron dibandingkan dengan varian Delta atau varian lainnya.

  1. Dampak Paparan Varian Omicron

Hingga saat ini, WHO masih terus melakukan penelitian mengenai dampak infeksi COVID-19 varian Omicron pada kesehatan. Masih terus diteliti apakah varian ini memberikan dampak gangguan kesehatan yang lebih buruk dari varian-varian sebelumnya, seperti varian Delta. Melansir dari WHO, terdapat kenaikan angka rawat inap di Afrika Selatan, tetapi hal ini bisa terjadi akibat adanya faktor lain selain varian Omicron.

  1. Gejala Varian Omicron

Gejala yang dialami oleh pengidap COVID-19 varian Omicron diketahui hampir serupa dengan varian Delta. Gejala dialami dari tingkat yang ringan hingga parah. Dr. Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengatakan gejala varian Omicron terbilang ringan dan bisa dilakukan perawatan di rumah. Meskipun begitu, Coetzee mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena varian ini masih berisiko menyebabkan gejala yang parah bahkan kematian pada kelompok orang yang rentan. Ada beberapa gejala varian Omicron yang perlu diwaspadai, seperti demam, menggigil, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, kehilangan indra perasa dan penciuman, serta pilek.

  1. Perbedaan Mutasi Omicron dengan Varian Lain

Omicron memiliki sekitar 30 mutasi pada protein lonjakan virus corona. Dari sekitar 30 mutasi, terdapat 26 mutasi yang terbilang unik dan tidak ditemukan pada varian corona lainnya. Dr. Venky Soundararajan, Kepala Medis di Nference, memperlihatkan perbandingan mutasi varian Omicron dengan beberapa varian COVID-19 sebelumnya. Varian Alfa hanya memiliki 4 mutasi unik, varian Beta memiliki 6, varian Gamma memiliki 8, sedangkan varian Delta memiliki 7 mutasi unik.

  1. Efektivitas Vaksin pada Varian Omicron

Hingga saat ini vaksinasi COVID-19 masih dinilai menjadi pencegahan yang cukup efektif untuk menghindari berbagai jenis varian COVID-19. Hal serupa dikatakan oleh Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular, bahwa vaksin yang telah berjalan mampu memberikan perlindungan terhadap varian Omicron. Apalagi jika kamu telah mendapatkan vaksinasi secara lengkap dan melakukan vaksinasi booster.

Jangan lupa untuk selalu melakukan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan tetap berada di rumah saat mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gejala COVID-19.

Sumber : Halodoc